Workshop Kolaborasi untuk Negeri TDA Metro

By Admin TDA 24 Jul 2019, 20:59:55 WIB Workshop
Workshop Kolaborasi untuk Negeri TDA Metro

TDA Metro.Com - Mengawali masa kepengurusan periode 3.0, Komunitas TDA Metro mengadakan event Workshop Kewirausahaan yang betema “Tumbuh Tinggi Dengan KolaborAksi” pada hari Minggu (21/07/2019), dengan pemateri para pengusaha yang sudah membuktikan dalam membesarkan bisnisnya dengan kolaborasi, yakni Ahamd Machlus Sadat (Owner PT. Agrisatwa, PT. Asiavesta dan Investor IDeA Indonesia), Anna Morinda (Owner Metro Logam dan Ketua DPRD Kota Metro) serta Eko Desriyanto (Founder dan Managing Director IDeA Indonesia).

Kegiatan ini adalah upaya Komunitas TDA Metro untuk memberikan solusi bagi para pengusaha dan UMKM dalam menghadapai berbagai serangan dari munculnya perusahaan-perusahaan unicorn maupun startup yang terus mendistrubsi pasar secara cepat. Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Metro saja, tetapi juga dari Bandarlampung, Lampung Timur dan juga Way Kanan.

Acara dimulai oleh Anna Morinda yang membawakan materi “KolaborAksi Sapu Lidi”, beliau mengisahkan perjalanan karir bisnisnya di mulai dengan bisnis rongsokan yang penuh dengan perjuangan dan tantangan hingga berkarir dalam dunia politik sampai akhirnya mencapai puncak pimpinan tertinggi di DPRD Kota Metro.

Anna menyampaikan salah satu kunci kesuksesannya adalah memiliki tim yang cakap dan juga percaya bahwa apa yang dia impikan akan berhasil dan menjadi kenyataan. “Bagaimana kami membangun bisnis Metro Logam di saat kami sedang bangkrut dan tidak punya modal, jangankan saudara atau teman bank pun tidak mau meminjami modal. Apa yang kami lakukan setelah memiliki keberanian untuk bangkit, selain membentuk tim kami juga membentuk database supplayer dan data pelanggan”, jelas Anna.

Kunci sukses berikutnya adalah menjadi orang yang bisa dipercaya. “Kadang-kadang orang kita itu suka menyulitkan diri sendiri, tidak dapat menjaga kepercayaan dengan baik. Kalo kita sudah bisa menjadi orang yang bisa dipercaya, maka untungnya akan datang sendiri” tambahnya.

Diakhir sesi Anna memberikan pesan kepada para peserta “Menang atau kalah soal bisnis bukan soal uang, bukan soal tempat, tetapi soal mental. Seberapa kita berani mengatakan kita memenangkan pertarungan ini. Yang ketika kita kalah tidak terbesit sedetikpun dimata kita sebagai orang yang kalah, tetapi terbesit di mata kita apa yang harus saya lakukan dalam pertempuran selanjutnya supaya tidak kalah seperti kemaren.”

Disesi kedua diisi oleh Ahmad Machlus Sadat yang menyampaikan materi “Bekerja dan Berfikir Ala Pengusaha Raksasa”. Beliau mengawali materi dengan menceritakan karir bisnisnya selama 21 tahun yang melewati beberapa fase mulai dari karyawan, pengusaha kecil, pengusaha menengah, sampai akhirnya menjadi pengusaha besar, hingga saat ini menjadi investor.

Ahmad Sadat menjelaskan tahapan dari pengusaha kecil menjadi pengusaha besar itu melalui beberapa fase. Level pertama Mastery, dimana para pengusaha masih mencari cara untuk bisa menguasai bisnisnya. Level kedua Steady, dimana pada level ini cashflow dia usaha yang dibangun sudah mulai mengalir. Level ketiga System, pada tahap ini seorang pengusaha sudah mulai system untuk menciptakan daya ungkit dan juga efesiensi. Level keempat Team, dimana seorang pengusaha sudah mulai mendelegasikan tanggung jawab kepada orang lain sehingga perusahaannya bisa bertumbuh. Dan pada level kelima Synergize, dimana pada level ini perusahaan sudah mulai membeli atau dibeli oleh perusahaan lain.

“Kebanyakan pengusaha gagal di level pertama, itu sebabnya kenapa 90% pengusaha gagal di tahun pertama. Selanjutnya ketika memasuki level kedua biasanya pengusaha itu akan merasa nyaman, dan akan butuh waktu lama untuk naik ke level berikutnya” jelas nya.

Workshop TDA ini ditutup oleh Eko Desriyanto yang tak lain adalah owner dari Lembaga Kursus Perhotelan IDeA Indonesia dengan materi “Bareng Bikin Greeeng”.

Eko menjelaskan ada 4 faktor yang membentuk seseorang, pertama Knowladge, kedua Skill, ketiga Attitude dan keempat Principles.

“Jika Anda merasa skill saya sudah tajam, knowledge saya sudah tajam, kemudian attitude nya merasa sudah benar, kemudian mempertahankan prinsip-prinsip itu maka tidak akan terjadi kolaborasi.” Jelas nya

Eko menjelaskan lebih lanjut “Banyak pengusaha yang terjebak dalam pola square (sudut pandang nya sendiri), sehingga usahanya itu tidak maju-maju. Nah yang seharusnya dilakukan adalah terbuka pada hal-hal diluar dari dirinya, hal-hal yang membuat dia jadi lebih dinamis dengan cara menerima masukan dari orang lain, mengurangi ego atau prinsip yang kita pertahankan karena kita faham akan kekurangan yang ada pada diri kita. Selanjutnya yang harus kita lakukan adalah membuat sebuah kerangka supaya masukan dan prinsip yang kita punya itu menjadi match (bulat), artinya yang masuk kepada kita adalah sesuai yang kita butuhkan.”

Setelah rangkaian acara selesai di laksanakan, di akhir acara Ketua TDA Metro Rachmad Agung mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh panitia, peserta dan juga para sponsor yang telah mendukung acara ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancer serta dapat memberi manfaat, selanjutnya peserta melakukan sesi foto bersama para pemateri dilanjut dengan ngobrol santai seputar dunia bisnis. (admin)

 

 




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Yuk Cari Reseller / Penjual Terdekat dengan tempat tinggal anda. Klik / Cari Disini


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Apakah tujuan Anda bergabung di Komunitas TDA Metro?
  Mencari Mentor Bisnis
  Mencari Relasi Bisnis
  Mencari Ilmu Bisnis

Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video